Rabu, 12 November 2008

Membawa Keluarga Anda Mencintai RumahNya

Bagaimana tanggapan Anda bila ada program sangat baik untuk keluarga Anda. Setelah diriset dengan teliti dan telah dibuktikan dengan statistik yang pasti, dinyatakan bahwa program ini:

• menambah usia (life expectancy) anak-anak Anda selama 8 tahun
• mengurangi dengan tajam resiko penggunaan rokok, alkohol dan obat bius
• secara dramatis mengurangi resiko bunuh diri
• membantu seseorang bangkit kembali dari depresi 70% lebih cepat
• mengurangi keterlibatan dalam tindakan kriminal
• membantu membentuk sikap yang baik di sekolah
• meningkatkan prestasi dan partisipasi di sekolah
• mengurangi resiko pemberontakan
• menaikkan kemungkinan untuk kehidupan yang bahagia
• menyediakan tuntunan moral untuk sepanjang kehidupan

Apa benar ada program semacam ini? Dan sudah terbukti?
Jawabnya adalah YA!

Riset ini didukung oleh Duke University, Indiana University, The University of Michigan, The Center of Disease Control, Barna Research Group dan the National Institute for Healthcare Research.

Percaya atau tidak, program ini hanya mengambil waktu minimum 2 jam setiap minggunya. Nama program ini adalah, “menghadiri gereja dengan setia.” Melihat keuntungan yang sangat besar dari program ini, tentu saja setiap kepala keluarga atau orang tua yang bertanggung jawab akan membawa seluruh keluarga mereka untuk berbakti di gereja.

Firman Tuhan menyatakan betapa pentingnya hadir dalam ibadah:

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Ibrani 10:25

Hadir dalam ibadah bukan hanya merupakan “anjuran” melainkan perintah. Begitu pentingnya, sehingga Yesus sendiri yang merupakan Tuhan atas hari Sabat (Mark 2:28) setia menghadiri kebaktian di sinagog setiap hari Sabat (Lukas 4:16). Dalam gereja, kita memiliki rekan-rekan dan lingkungan yang akan memberikan dukungan bagi kita di saat-saat sulit. Kita saling menghibur (1 Tes 4:18) dan bertolong-tolongan menanggung beban (Gal. 6:2). Melalui pengajaran di gereja, kita memperoleh bimbingan tentang ‘kompas’ kehidupan, bagaimana mengambil keputusan-keputusan yang bijaksana dalam kehidupan. Ada pemimpin yang akan berjaga-jaga atas jiwa kita (Ibrani 13:17).

Tidak hanya bagi orang dewasa, kebaktian yang teratur sangat menentukan kehidupan anak-anak. Ajak anak-anak Anda, berapapun usia mereka, untuk hadir di gereja. Mungkin Anda berpikir mereka belum dapat mengerti. Namun, roh mereka dapat merasakan atmosfir pujian dan penyembahan, dan otak kecil mereka mulai merekam Firman Tuhan yang dibawakan oleh guru sekolah Minggu. Menurut statistik, anak-anak usia 5-13 tahun memiliki kemungkinan 32% menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat. Kemungkinan menerima Kristus berkurang menjadi 28% untuk usia 14-18 tahun. Sedangkan di atas 18 tahun, kemungkinannya menjadi 6% saja. Lebih jauh, sebuah riset menyatakan bahwa pandangan hidup dan perilaku seseorang terbentuk sebelum mereka mencapai usia 9 tahun. Setelah usia tersebut, biasanya mereka hanya mempertajam pandangan mereka tanpa perubahan yang berarti. Jadi, bawalah anak-anak ke gereja sedini mungkin.

Bagaimana membangkitkan semangat keluarga Anda untuk mencintai Rumah-Nya, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Ceritakan mengenai kebaikan Tuhan pada keluarga Anda, dan ajak tiap anggota keluarga untuk datang ke gereja dengan ucapan syukur.
  2. Sebutkan satu manfaat berbakti di gereja sebelum Anda berangkat, contohnya, “Kita akan ke gereja hari ini, karena kalau kita berbakti dengan sungguh, kita mendapatkan kekuatan saat mengalami persoalan… atau mendapatkan hikmat dan kepandaian saat bekerja dan di sekolah…” dll
  3. Berdoalah sebelum berangkat ke gereja. Minta Tuhan untuk membuka telinga rohani Anda sekeluarga dan memberkati kebaktian hari itu.
  4. Libatkan anggota keluarga Anda dalam pelayanan. Bahkan bagi anak-anak kecil, ajak mereka untuk merapikan kelas sekolah Minggu, atau melakukan hal-hal yang sederhana untuk melayani Tuhan.
  5. Buat hari Minggu menjadi hari yang istimewa. Bila memungkinkan, setiap pulang gereja diisi dengan acara pergi bersama yang menyenangkan. Tidak perlu ke tempat yang mahal, namun sekedar menikmati kebersamaan seusai kebaktian.

Selamat menikmati kebaktian Anda, dan saya pastikan bahwa anggota keluarga Anda akan lebih berbahagia, menikmati hidup, memiliki tujuan hidup yang jelas dan berhasil dalam kehidupan di masa mendatang!

Sumber : jimmyoentoro.com

HIDUP DALAM IMPIAN ANDA

Setiap orang dalam saat-saat ini, terutama menjelang pergatian tahun, ingin mengetahui apa yang menjadi bagian dalam masa depan mereka, keuangan, kesehatan, pekerjaan, keluarga dan berbagai hal lainnya. Mereka mencari paranormal, ramalan-ramalan, membaca horoscope dan berbagai usaha lainnya untuk memastikan masa depan yang cerah. Mungkin mereka berpikir, mengetahui masa depan ibarat mendapatkan sedikit kontrol atas kehidupan yang tidak menentu bagi mereka. Mereka berpikir untuk bersiap-siap menghadapi masa depan sebelum hal itu tiba. Memang, mengerti bagaimana masa depan seseorang mentukan bagaimana ia bersikap dan menjalani hidupnya.
mengerti bagaimana masa depan seseorang mentukan
bagaimana ia bersikap dan menjalani hidupnya

Kita hidup dalam sebuah jaman yang sangat cepat, mungkin dapat disebut kita adalah “full speed generation”. Sepuluh tahun yang lalu, jaman ‘fax-kan ke saya’, kini internet membuat kita dapat menerima berita seketika. Perjalanan yang memakan waktu berbulan-bulan, kini dapat ditempuh dalam waktu beberapa jam saja. Bahkan di kamar mandi, Anda dapat berbicara dengan dunia melalui telepon genggam Anda. Masa depan akan datang tanpa Anda sadari…!

Masa depan akan datang dengan cepat, siap atau tidak siap. Pertanyaannya, bagaimana kita memandang masa depan kita? Firman Tuhan mengatakan: “where there is no vision the people perish” (Amsal 29:18), terjemahan bebasnya: tanpa visi orang akan binasa. Bila diteliti lebih jauh, ayat ini sebetulnya mengatakan, “where there is no progressive vision the people perish” (tanpa visi yang progresif orang akan binasa). Visi yang progresif bak sebuah mimpi yang membawa kita ke masa depan.

Seorang anak membaca buku ceritanya dengan asyik. Ia membuka lembar-lembar pertama dengan bersemangat. Tetapi, tanpa melihat bab-bab berikutnya, anak ini membuka bab terakhir dari buku tersebut. Ibunya yang melihat hal itu sangat heran, ia bertanya mengapa anak itu membaca beberapa lembar pertama, kemudian meloncat ke bab terakhir. Lalu anak ini berkata bahwa dengan demikian, ia mengetahui akhir cerita itu. “Begin with the end in mind” (mulai dengan akhir dalam pikiran Anda), demikian nasihat Steven Covey. Baca akhir sebuah buku sebelum semuanya selesai. Baca Kejadian pasal 1 dan Wahyu pasal 22. Di situ tertulis tentang masa depan yang akan terjadi, sebuah mimpi bagi saat ini yang pasti digenapi di masa mendatang. Sebuah penggambaran tentang kenyataan saat ini (dosa manusia), yang dijawab oleh harapan masa depan.

Sebagai sebuah gerakan, kita juga memiliki mimpi-mimpi untuk masa depan; mimpi-mimpi yang Tuhan telah nyatakan: untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya (Matius 28:19-20), mimpi bahwa orang yang tak terhitung banyaknya dari segala suku, bangsa dan bahasa akan menyembah Dia (Wahyu 7:9), dan berbagai mimpi lainnya. Satu hal, kita percaya bahwa Allah ada dalam mimpi kita dan Ia akan mewujudkannya.

Where there is no vision the people perish
(Amsal 29:18)

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kita dapat menjadi seorang pemimpi yang profesional? Apa ciri-ciri seorang yang memiliki mimpi?

1. Orang yang bermimpi menemukan harapan bagi masa depan.
Banyak orang tidak berani bermimpi, terutama dalam situasi yang sulit, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bangsa/ negara kita saat ini. Mereka takut untuk bermimpi dan berharap. Bahkan bermimpi dianggap sesuatu yang sia-sia, yang menjadi bahan olokan. Namun sebenarnya “mimpi” adalah bahasa Roh Kudus! Bila Anda baca Yoel 2:28-29, Firman Tuhan menulis tentang orang-orang yang mendapatkan mimpi.

Apakah Anda punya impian?
• Apa yang Anda inginkan?
• Ke mana Anda akan pergi?
• Apa yang Anda ingin kerjakan?
• Apa rencana-renana Anda?

2. Orang yang bermimpi percaya pada Allah akan masa depannya.
Amsal 3:3-6 mengajak kita untuk percaya kepada Allah dengan segenap hati untuk masa depan kita. Orang seperti ini juga percaya bahwa Allah sendiri yang menaruh mimpi-mimpi itu dalam hatinya, dengan tujuan agar rencana dan kehendak Allah dapat digenapi di dunia. .Kadang nampaknya apa yang kita impikan masih tergantung nun jauh di sana, dan kadang kita ragu melihat kenyataan bahwa mimpi kita tak kunjung digenapi. Tetapi kenyataannya, Allah tidak pernah mengambil mimpi Anda. Ia hanya memproses, membentuk, mendesain ulang mimpi tersebut. Dan yang paling penting, Allah mengambil waktu dan tidak terburu-buru menggenapi mimpi kita, agar kita dapat belajar dan dibentuk. Percayakan pada Allah impian masa depan Anda.

3. Impian 50/20 harus hidup dalam Anda
Yusuf adalah seorang pemimpi.profesional. Ia bahkan dibenci oleh kakak-kakaknya sendiri oleh karena mimpinya. Bertahun-tahun berlalu, dan bertubi-tubi siksaan/ fitnahan yang harus dihadapi sebelum mimpi itu menjadi kenyataan. Bahkan sebaliknya yang terjadi: ia dibuang, dijual, kesepian, difitnah, dilupakan, ditolak dll. Tetapi Yusuf tetap berpengang pada mimpinya, hingga suatu hari mimpi itu menjadi kenyataan. Sejalan dengan itu, ada kesempatan bagi Yusuf untuk membalasn kakak-kakaknya. Namun Yusuf memiliki kacamata 50/20 (Kejadian 50: 20), ia mengatakan bahwa walaupun kakak-kakaknya mereka-rekakan untuk yang jahat, tetapi Tuhan memakainya untuk kebaikan. Sikap seorang pemimpi sejati: tidak memaksakan impiannya, tidak kuatir bahwa impiannya akan buyar, dan tidak terburu-buru; karena Yusuf tahu, pada akhirnya, Tuhan akan membuat segalanya menjadi baik dan berguna, apapun juga kejadian yang menimpa dirinya. Terakhir, saya ingin memberikan kutipan tentang mimpi yang pernah saya baca di sebuah surat kabar:

“ Jangan pernah menyerah dengan Impian “
Pada awalnya adalah sebuah impian
Untuk mewujudkannya ke dunia nyata
Kemudian mulai berkreasi
Rintangan pasti kami temui
Namun bukan halangan untuk berhenti.
Justru membuat kami lebih percaya diri.
Ketika impian itu benar terjadi.
Takan ada yang menandingi semangat The Power of Dream
Untuk tidak pernah melepaskan impian-impian anda.
Dan tidak melepaskan impian itu sampai menjadi kenyataan.

Apakah Anda memiliki mimpi? Di awal tahun ini merupakan waktu yang baik untuk bermimpi, dan mempercayakannya pada Tuhan. Jangan pernah menyerah. Jangan berhenti bermimpi. Karena Allah hidup dalam mimpi-mimpi Anda, untuk mengajak Anda memenuhi rencana dan panggilan-Nya. Tuhan memberkati!

Pdt. DR. Jimmy Oentoro

PROBLEM KEUANGAN = PROBLEM ROHANI ??

Biasanya seseorang mengkaitkan problem keuangan dengan gaji, dengan pangkat, dengan pendidikan dan dengan perusahan tempat dia bekerja. Tetapi herannya problem keuangan tidak hanya dialami oleh mereka bergaji kecil, berpangkat rendah, berpendidikan rendah maupun mereka yang bekerja di perusahaan kecil.

Banyak sekali dari mereka yang mengalami problem ini justru berasal dari kalangan bergaji tinggi, berpangkat tinggi maupun berpendidikan tinggi dan bekerja di perusahaan multinasional.


Penulis sendiri pernah mengalami periode di mana keuangan agak mepet, tetapi penulis bersyukur karena melalui banyak pelajaran yang telah diterima dan dijalankan dalam hidup penulis tentang prinsip keuangan dan prinsip hidup yang benar maka penulis tidak pernah mengalami periode kekurangan atau dililit hutang. Itu semua karena pemeliharaan Allah yang akan terus terjadi selama penulis taat pada prinsip-prinsip kebenaran Allah.

Prinsip-prinsip keuangan ini sebenarnya terkait dengan prinsip rohani karena semua prinsip yang diajarkan oleh Alkitab yang dengan sendirinya merupakan prinsip yang harus dijalankan agar seluruh aspek kehidupan kita berjalan dalam pimpinan dan penyertaan Tuhan di mana salah satu aspek tersebut adalah aspek keuangan.

Ada prinsip rohani yang benar-benar sangat terkait dengan bidang finansial seperti perpuluhan, di mana tindakan ini akan menjauhkan dan menjagai kita dari "belalang-belalang yang memakan habis berkat kita", tetapi pada kenyataannya sebenarnya semua kebenaran yang ada dalam alkitab juga terkait dengan bidang finansial walau mungkin tidak langsung terlihat jelas.

Sebagai contoh, prinsip kebenaran kuno yang terkait dengan keuangan ada pada 10 perintah Allah yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Musa ribuan tahun sebelum kelahiran Yesus.

"Hormatilah orang tuamu", adalah salah satu perintah Allah yang sebenarnya sangat terkait dengan berkat Allah secara materi dalam hidup kita. Tapi sayangnya prinsip ini seringkali hanya ditafsirkan sebatas itu saja dan ada yang tidak bisa melihat kaitannya dengan berkat dalam hidup kita.

Apabila kita menyelidiki alkitab lebih lagi dan kita mau belajar dari pengalaman hidup banyak orang, firman Tuhan "Hormatilah orang tuamu" merupakan salah satu faktor yang perlu dipertanyakan apabila seseorang terus mengalami masalah keuangan dalam hidupnya. Karena Tuhan tidak akan benar-benar memberkati hidup orang yang tidak menghormati orang tuanya. Mungkin saja seorang menjadi kaya walau dia tidak menghormati orang tuanya, tetapi itu yang tampak dari luar saja, berkat Allah yang sejati tidak akan ada dalam hidup orang itu. Walaupun kaya, pasti ada saja yang membuat hidupnya tidak bisa menikmati kekayaannya maupun bersukacita akan berkat materi yang telah diperolehnya.

Perintah Allah yang lain seperti "Janganlah mengingini barang milik sesamamu" juga terkait dengan sifat konsumerisme dan keinginan membeli atau memiliki barang yang telah dimiliki oleh banyak orang.

Misalkan kita sudah memiliki handphone tipe A yang sebenarnya sudah cukup bagus, tetapi teman-teman kita sudah berganti ponsel tipe B yang memang kenyataannya jauh lebih oke. Hanya saja yang perlu kita perhatikan saat kita juga hendak membeli ponsel tipe B adalah, apakah saat itu kita perlu membeli ponsel tipe B karena memang bisa membuat hidup kita lebih baik, lebih produktif, dan apakah sesuai dengan kondisi keuangan atau lebih didorong faktor karena "karena teman kita telah memilikinya" sehingga kita juga ingin memilikinya karena tidak ingin dicap ketinggalan zaman atau gengsi? atau memang karena ponsel tipe B yang telah dimiliki oleh teman-teman kita begitu menarik sehingga kita hendak membelinya tanpa berpikir lebih panjang?

Jadi kita sudah dapat melihat bahwa kedua perintah Allah tadi yang sepertinya tidak memiliki kaitan dengan problem keuangan ternyata sangat terkait.

Ada lagi prinsip rohani seperti penguasaan diri, yang merupakan buah Roh ternyata adalah salah satu kunci memiliki kondisi keuangan yang diberkati di mana kita dapat menguasai diri untuk tidak membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan belum layak kita beli berdasar keuangan kita.

Banyak hal lain yang terkait dengan akar masalah dari problem keuangan ternyata terkait dengan "kurangnya penerimaan diri/self acceptance alias minder", "self insecurity/merasa tidak aman", "keserakahan", "kegelisahan", "ingin cepat kaya", "kesombongan". Semua itu adalah problem rohani yang memerlukan pemulihan melalui pertobatan, ketaatan akan kebenaran firman Tuhan dan doa.

Jadi apabila saat ini Anda memiliki problem keuangan, tidak ada salahnya selain memikirkan bagaimana menaikkan gaji Anda, memikirkan pendapatan tambahan, coba pikirkan kondisi rohani Anda.

Apakah Anda memiliki Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda telah berdamai dengan Tuhan? Kalau Anda ingin mencari perdamaian dengan Tuhan, segeralah berdoa pada Tuhan Yesus, jadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, akuilah dosa-dosa Anda dan minta pengampunan daripadaNya karena barangsiapa percaya pada Dia akan diampuni dan hubungan Anda dengan Allah akan dipulihkan.
Apakah Anda telah menghormati orang tua Anda dengan benar?
Apakah Anda berseteru dengan orang tua Anda?
Apakah Anda telah mengembalikan perpuluhan pada Allah?
Apakah Anda telah menjadi anak Allah sehingga Anda boleh berseru dengan hati penuh suka cita dan berseru "Bapa, aku mengasihiMu?"
Lalu setiap kali Anda gelisah, apakah yang Anda cari? Apakah pacar, rokok, film porno atau justru Anda bernyanyi memuji Tuhan atau berdoa kepadaNya?
Atau apakah Anda masih terikat dengan dosa tertentu, spt judi, kecanduan akan hal tertentu spt main game, rokok, dsb?

Apabila memang ada problem rohani dalam kehidupan Anda, segeralah berdoa dan minta pertolongan Tuhan untuk memberikan kasih karunia bagi Anda untuk dipulihkan dan menang atas problem tersebut


Matius 6:33
Haleluya, karena apabila kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya (termasuk berkat finansial) akan ditambahkan kepada kita.

PENDETA YANG HOMO

“Perkenalkan nama saya adalah Mel White, saya seorang pastor, penulis best seller dan pengajar di Fuller Theological Seminary. Saya seorang gay dan bangga dengan itu karena Tuhan mengasihi dan menerima saya apa adanya!” barangkali inilah perkenalan pertama yang akan kita dengar dari Mel White. Konon selama 35 tahun melakukan berbagai cara seperti doa puasa, pelepasan, psikotherapi dan electric shock yang berujung pada rasa frustasi karena tidak ada yang berhasil mengubah hasrat homoseksualnya. Di akhir pencariannya, ia kemudian berpendapat bahwa homoseks bukanlah dosa melainkan karunia dari Tuhan yang harus diterima apa adanya. Pengakuannya ini di terima baik oleh istri yang telah dinikanhinya selama 20 tahun, mereka kemudian bercerai. Mel White akhirnya menemukan partner hidupnya, Gary Nixon yang sampai sekarang telah hidup bersamanya selama 26 tahun. Mereka bedua mendirikan yayasan soulforce dan aktif memberikan ceramah bagi kaum LGBT (lesbian , gay, biseksual and transgender).

Walau di dunia Timur praktek homoseks masih dianggap tabu dan dosa berhadapan dengan agama manapun, tapi di dunia barat semakin menerimanya sebagai bagian dari kehidupan yang normal. APA (American Psycological Association) bahkan telah mengeluarkan homoseks dari daftar mental disorder (DSM IV TR) dan menganggap bahwa gay dan lebian adalah bagian dari pilihan seseorang yang normal (walau tetap menganggap tansgender sebagai suatu kelainan jiwa).

Jika APA dan dunia sekuler menganggap demikian biarlah seperti itu karena “semua orang berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm 3:23), kecenderungan hati mereka adalah berbuat dosa dan kejahatan. Namun yang tidak habis dipikir adalah mereka yang mengatas namakan Tuhan untuk membenarkan perbuatan dosanya. Menerjemahkan Alkitab sesuai dengan kebutuhan kedagingannya.

Saya tidak heran kepada orang-orang semacam ini ada keyakinan dalam hati bahwa apa yang mereka lakukan disetujui Tuhan. Dalam hati mereka tidak ada lagi rasa bersalah. Sebenarnya bukan Tuhan menyetujuinya, tapi Tuhan telah menyerahkan mereka pada keinginan itu supaya mereka binasa oleh karenanya. (Roma 1:24-32)

“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka…sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukan sendiri, tetapi setuju dengan mereka yang melakukannya”

Sangat jelas bahwa baik mereka yang melakukan maupun yang setuju dengannya akan menerima hukuman Tuhan. Saya rasa kaum LGBT harus menerima apa yang dikatakan Firman Tuhan, jangan dimanjakan oleh pergeseran norma masyarakat modern, media cetak dan visual yang aktif mempromosikan mereka.

Mel White, salah! Ia mengatasnamakan Tuhan dan Alkitab untuk membenarkan dosanya sendiri. Jika ia memiliki orientasi seksual yang salah sejak lahir tidak berarti bahwa ia harus mempraktekkannya. Saya memiliki keinginan untuk berbohong sejak kecil, setiap orang punya keinginan itu, tapi bukan berarti saya harus menerimanya dan hidup di dalamnya. Setiap orang berjuang untuk melawan keinginan berbuat dosa yang secara natural ada di hati setiap manusia.

Jika anda LGBT dan membaca tulisan ini, jangan tertipu! Anda berdosa sama dengan saya yang juga berdosa, namun untuk itulah Yesus mati di kayu salib. Jika ada orang yang mengaku Kristen bahkan hamba Tuhan yang membenarkan bahkan mengendorse LGBT, jangan percaya, mereka sedang meyesatkan anda. Anda pasti tidak akan percaya jika saya mengatakan “berzinah bukan perbuatan yang salah, jika ada keinginan untuk itu jangan ditahan, lakukan tanpa rasa bersalah”, meskipun saya seorang pastor dan lulusan sekolah theology.

Jadi kesimpulannya, pendeta juga manusia, imam juga manusia, pelayan Tuhan juga manusia, pendapat dan perbuatan mereka bukanlah rujukan orang bertingkah laku. Setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya masing-masing!

Sumber : nancydinar.com

Jumat, 07 November 2008





Otoritas Kitab-kitab Kanonik Alkitab Dan Ekstra Kanonik

(Pdt. Arnold Tindas, D.Min., D.Th)

1. Pendahuluan

Injil Barnabas, Injil Thomas, Injil Yudas sudah terbit dan beredar di Indonesia dan bakal muncul lagi Injil-injil lain, seperti Injil Maria, Injil Petrus dan kitab-kitab lain yang tidak termasuk di antara 66 kitab-kitab kanonik Alkitab, yang berkembang menjadi bahan diskusi teologi sistematik belakangan ini. Kehadiran Injil-Injil baru, yang disebut ekstra-kanonik atau apokripa itu, diterima secara kontroversial di kalangan para teolog. Sebagian menyebutnya Injil-injil palsu dan menyesatkan, sebagian lagi menyambutnya dengan tangan terbuka, karena menilainya sebagai pembukaan tabir kebenaran untuk melengkapi kekurangan dalam 66 kitab kanonik Alkitab yang kita pakai selama ini. Injil-injil ekstra-kanonik/apokripa masih puluhan yang bertahan hingga kini, di antaranya adalah: Injil Yudas (120 M); Injil Thomas (180 M); Injil Barnabas; Injil Petrus (170 M); Injil Filipus; Protoevangelion Yakobus (150 M); Injil Rahasia Markus (1960 M); Injil Maria (160 M); Injil Nikodemus; Injil orang Ibrani (140 M); Injil orang Nazaret (120M); Injil orang Mesir (120 M); Injil orang Ebionit (120M); Injil Kebenaran. Penerimaan yang kontroversial umumnya berkisar pada lingkup otoritas, perdebatan tentang apakah kitab-kitab ekstra-kanonik dapat disetarakan sama dalam otoritasnya dengan kitab-kitab kanonik Alkitab.

2. Kriteria Otoritas Kitab Suci

Otoritas Kitab Suci adalah tingkat prioritas penerimaan atau pengakuan seseorang atau sekelompok orang sebagai pedoman hidup beriman, mengatasi kitab-kitab lain mana pun atau nilai-nilai, kaidah, dan hukum apa pun yang dipandang dapat memberi petunjuk hidup yang benar. Kriteria utama otoritas Kitab Suci adalah berhubungan dengan sumber tulisan dan siapa penulisnya. Sebuah kitab akan diterima dan diakui sebagai Kitab Suci apabila sumbernya dari Allah dan penulisnya adalah Allah atau manusia yang dipilih Allah secara khusus untuk menuliskan firmanNya. Kriteria berikutnya adalah berhubungan dengan wahyu, ilham, dan kanon Kitab Suci. Kriteria wahyu, dipertimbangkan dari penggunaan Allah seluruh tulisan di dalamnya untuk menyatakan diriNya kepada manusia ciptaanNya sendiri. Kriteria ilham, dipertimbangkan dari keterlibatan Allah dalam kepenulisannya sehingga dapat terhindar dari kekeliruan (falibilitas) atau kesalahan (eransi). Kriteria kanon, dipertimbangkan dari penerimaan jemaat secara luas tentang sebuah kitab dalam ibadah sebagai sumber pengajaran hidup beriman. Jadi kriteria otoritas Kitab Suci adalah sumber, penulis, wahyu, ilham dan kanon dari seluruh tulisan di dalamnya.

3. Otoritas Kitab-kitab Kanonik Alkitab

Kitab-kitab Alkitab, yang terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama (PL) dan 27 kitab Perjanjian Baru (PB), diakui sebagai otoritas tertinggi oleh gereja mula-mula (abad 1-V), gereja abad pertengahan (abad VI-XV), dan gereja pada era reformasi (abad XVI-XVII). Penolakan terhadap otoritas tertinggi Alkitab muncul dan berkembang pada era modernisasi (abad XVIII-kini). Ke-39 kitab PL bahkan jauh lebih awal diterima otoritasnya, khususnya oleh umat Yahudi, oleh Yesus Kristus dan oleh rasul-rasul dan para penulis kitab-kitab PB. Sumber segala tulisan Alkitab diakui berasal dari Allah karena melaluinya Allah mau menyatakan diriNya kepada manusia ciptaanNya. Alkitab memiliki kepenulisan rangkap dua, yaitu penulis ilahi (divine author) dan penulis manusia (human author). Karena itu Alkitab disebut wahyu Allah dan diilhamkan Allah. Petrus berkata, ?sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.? (2 Ptr. 1:21). Paulus berkata, ?Segala tulisan ? diilhamkan Allah? (2 Tim. 3:16). Kosa kata dari human author tapi setiap kata dalam naskah asli (original manuscript) ditulis menurut kehendak dan kontrol Allah, sehingga tidak mungkin terdapat kesalahan (inerrancy), dan dengan demikian diakui bahwa setiap kata diilhamkan Allah (verbal and plenary inspiration). Ke-39 kitab PL diteguhkan oleh para rabi sebagai kanonik firman Allah pada konsili di Jamnia pada tahun 90 M. Ke-27 kitab PB diteguhkan oleh gereja sebagai kanonik firman Allah pada Konsili Karthage tahun 397.

Sekalipun Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 orang, dengan latar belakang yang berbeda, tapi keselarasan dan kontinuitasnya terpelihara. Para penulis yang terpilih itu, terdiri dari raja-raja, petani, filsuf, nelayan, dokter, negarawan, sarjana, penyair, dan pembajak sawah. Mereka hidup di negeri yang berbeda dan dengan pengalaman yang berbeda pula. Mereka tidak dalam satu generasi sehingga tidak pernah mengadakan pertemuan, konsultasi, seminar, lokakarya, konferensi, atau yang semacamnya untuk suatu persetujuan atau kesepakatan mengenai pembagian tugas, materi, outline, tujuan dan alamat penulisan. Alkitab ditulis dalam satu periode sejarah yang cukup panjang, memakan waktu kurang lebih 1.600 tahun. Tak dapat disangkal bahwa kumpulan dari 66 kitab ini merupakan kitab yang paling banyak dibaca dan terus-menerus dibaca; paling banyak bahasa terjemahan, paling banyak jilid penerbitan, dan paling banyak mempengaruhi hidup manusia. Tak terhitung orang yang rela menjadi martir, yang rela dianiaya, dan yang rela mengorbankan apa saja karena keyakinannya berdasar Alkitab. Sementara yang lain meninggalkan kehidupan yang jahat, dan yang lain lagi dikuatkan dari keputusasaan karena keyakinan akan Alkitab sebagai firman Allah. Fenomena ini membuktikan otoritas kitab-kitab kanonik Alkitab.

4. Otoritas Kitab-kitab Ekstra-Kanonik

Kitab-kitab dan sumber-sumber ekstra-kanonik ditulis paling awal 50 tahun sesudah kitab-kitab kanonik PB. Semua tulisan dan pengajaran dalam kitab-kitab ekstra kanonik nampak sangat dipengaruhi oleh pengajaran gnostik Kristen. Para sarjana sejak dulu tidak tertarik meneliti pengajaran atau informasi tentang Yesus Kristus karena otoritasnya sulit diterima dan bahkan tidak diakui. Pada umumnya informasi tentang Yesus dalam tulisan-tulisan ekstra-kanonik berbeda atau bahkan bertentangan dengan informasi dalam kitab-kitab kanonik PB. Karena itu pertimbangan otoritas dari sisi wahyu Allah tidak bisa diterima, karena tidak mungkin Allah yang sama mewahyukan yang bertentangan. Pertimbangan otoritas dari sisi ilham Allah, penulisannya pada abad kedua ketika para rasul atau orang-orang yang dekat dengan Tuhan Yesus, yang dipakai sebagai nama penulis kitab itu sudah meninggal antara 50-100 tahun sebelumnya. Pertimbangan otoritas dari sisi kanonisasi, penggunaannya hanya pada kelompok tertentu, gnostikisme Kristen, bukan pada gereja secara universal, terlebih pula semua tulisan itu belum ada pada jaman gereja rasul-rasul.

Gnostikisme nampak dalam Injil Thomas, yang penulisannya ditujukan untuk kalangan tertentu (esoterik), orang-orang elite rohani, yang dianggap memenuhi syarat untuk mendengar ajaran rahasia Yesus. Kalimat pendahuluan Injil Thomas berbunyi, ?Ini adalah kata-kata rahasia yang diucapkan Yesus yang hidup?. Maksudnya, kata-kata rahasia itu diucapkan Yesus kepada Thomas secara pribadi. Injil Thomas memberi tekanan pada pengetahuan dan hal mengetahui. Orang-orang yang yang memiliki pengetahuan rahasia ketika itu disebut pengikut gnostik.

Gnostikisme dalam Injil Yudas nampak dalam ajaran di dalamnya, yang memandang bahwa manusia memiliki zat ilahi karena emanasi dari Allah. Keselamatan adalah membebaskan zat ilahi itu dari penjara tubuh jasmani atau ragawi. Perlu pengetahuan khusus (gnosis) bagi manusia untuk mencapai keselamatan itu. Yudas dianggap menjadi penolong Tuhan Yesus Kristus dalam pembebasan zat ilahiNya melalui penyaliban. Jadi salib Yesus bukan penebusan dosa dan pembebasan manusia dari hukum dosa. Yudas dinyatakan sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus dan yang terbaik dari ke-12 muridNya. Ia menerima pengetahuan khusus (gnosis) langsung dari Tuhan Yesus, pengetahuan rahasia yang tidak didapat oleh ke-11 murid lainnya. Gnosis itulah yang bisa membuat Yesus disalib dan zat ilahi terbebaskan.

Injil Maria mengisahkan Maria Magdalena sebagai wanita yang paling dikasihi oleh Tuhan Yesus di antara semua wanita yang pernah bertemu dengan Tuhan Yesus. Satu ayat Injil Maria berbunyi: ?Saudari, kami tahu bahwa kamu sangat dikasihi oleh Juruselamat, lebih dari wanita lainnya.? Novel The Da Vinci Code (Dan Brown) berspekulasi bahwa Maria adalah kekasih Yesus, bahkan mungkin menikah denganNya. Beberapa teks menuliskan bahwa Yesus sering mencium Maria Magdalena dengan ciuman mulut.

Jadi otoritas kitab-kitab dan sumber-sumber ekstra-kanonik sejak awal sejarah gereja tidak diakui, karena itu tidak mungkin ditambahkan pada ke-27 kitab PB. Meskipun ada usaha-usaha untuk menerbitkan dan mengedarkannya secara luas untuk mendapat pengakuan gereja, tetapi karena pengajaran di dalamnya bertentangan dengan pengajaran dalam ke-27 kitab kanonik PB maka harus ditolak dan bahkan dianggap sebagai bagian dari usaha penyesatan di jaman akhir.

Unlimited Richness -Ps. Dr Jimmy Oentoro, D.Th

Tahukah Anda, berapa nilai dari bait Allah yang dibangun oleh Salomo? I Raja-Raja 5-7 memberikan rincian bahan-bahan yang dipakai oleh Salomo untuk membangun bait Allah, diantaranya adalah kayu sanobar, kayu aras, tembaga, perak, emas dan lain-lain. Semua barang-barang yang dipakai ini adalah barang-barang yang berkualitas baik dan mahal harganya. Alkitab juga menjelaskan bahwa Salomo melapisi seluruh bait Allah tersebut dengan Emas (I Raja-Raja 6:21-22). Bahkan seluruh perlengkapan untuk bait Allah sampai ke engsel-engsel pintu bait Allah itu sendiri terbuat dari emas murni (I Raja-Raja 7:48-50).

"Berdasarkan penelitian arkeologis yang dikutip oleh DR. Murdoch, nilai bait Allah yang dibangun Salomo bila menggunakan harga-harga saat ini adalah sekitar 500 miliar dolar AS." Suatu angka yang sangat menakjubkan bukan? Namun sekarang, bisakah Anda menghitung jumlah kekayaan Allah sendiri? Alam semesta yang terbentang secara luas, lautan berserta segala isinya, kota-kota dan semua yang ada isinya di bumi ini adalah kepunyaan Allah. Dapatkah Anda menghitungnya? Inilah kekayaan Allah yang tak terbatas. Kekayaan ini jugalah yang Ia wariskan kepada Anda dan saya.

How blessed is God! And what a blessing he is! He?s the Father of our Master, Jesus Christ, and takes us to the high places of blessing in him. Long before he laid down earth?s foundations, he had us in mind, had settled on us as the focus of his love, to be made whole and holy by his love. Long, long ago he decided to adopt us into his family through Jesus Christ. (What pleasure he took in planning this!) He wanted us to enter into the celebration of his lavish gift-giving by the hand of his beloved Son (Efesus 1:3-6, The Message)

Dari semula Allah telah merancangkan berkat bagi manusia. Dalam Kejadian 1:22, Anda akan menemukan bahwa Dia yang adalah sumber berkat itu sendiri, memberkati manusia yang merupakan fokus dari berkat-Nya. Kata berkat dalam bahasa Ibraninya adalah barak, yang berarti: berkat, bersujud ? menyembah kepada Allah. Pada umumnya berkat dalam PL dipakai untuk melukiskan : seseorang dalam memyembah kepada Allah (Kejadian 9:26, Ezra 18:10, Ruth 4:14), Allah memberkati manusia (Kejadian 12:2-3; Bilangan 23:20; Mazmur 109:28), seseorang yang memberkati orang lain (Kejadian 27:33; Ulangan 7:14; I Sam 25:33), dan seseorang yang memberkati sesuatu seperti pekerjaan, kandungan, dll (Band.Ulangan 28:4; Amsal 5:18). Dalam PL Anda akan menemukan 2 macam berkat. Berkat yang pertama adalah berkat karena ikatan perjanjian Allah kepada semua mahkluk hidup yang ada di bumi ini(Kejadian 1:30; Kejadian 8:22; Kejadian 9:12-17) dan berkat karena ikatan perjanjian Allah dengan bangsa Israel (Kejadian 22:17; Kejadian 26:4-5: Keluaran 20:2; I Taw 17:7-14,dll). Berkat yang pertama ini bersifat kekal. Berkat yang kedua adalah berkat bersyarat yakni berkat yang diberikan ketika orang Israel taat melakukan segala perintah yang Tuhan berikan (Keluaran 15:26; Keluaran 19:5; Keluaran 20:6; Ulangan 4:1; Ulangan 5:29; Yosua 1:8, dll). Semua berkat di dalam PL dasarnya adalah Allah ? sebab Dialah yang empunya berkat (I Taw 29:12).

Dalam PB, kata berkat yang dipakai dalam bahasa Yunaninya adalah makarios, yang berarti memberkati, untung, bahagia. Secara khusus PB menggambarkan berkat dalam hubungannya seorang percaya yang bahagia ketika menerima berkat keselamatan dan terhisap menjadi anggota dari kerajaan Allah.

Dari semua penjabaran Alkitab mengenai berkat itu sendiri, maka dapat disimpulkan bahwa Allah adalah sumber berkat dan manusia adalah fokus dari berkat-berkat Allah. Allah ingin manusia mengalami berkat rohani maupun jasmani yang tak terbatas/unlimited richness

Berikut ini adalah berkat-berkat yang disediakan Allah di dalam kepemimpinan Anda :

1. Berkat Intelektual
But I do more than thank. I ask?ask the God of our Master, Jesus Christ, the God of glory?to make you intelligent and discerning in knowing him personally, your eyes focused and clear, so that you can see exactly what it is he is calling you to do, grasp the immensity of this glorious way of life he has for Christians (Efesus 1:17-19. The Message)

Salomo - seorang Raja dan seorang pemimpin yang handal, ketika berdoa kepada Allah, dia tidak meminta berkat ataupun hal-hal lainnya; yang ia pinta kepada Allah adalah berkat intelektual (I Raja-Raja 3:9). Allah mendengar dan memberikannya; bahkan Dia juga memberikan berkat-berkat lainnya kepada Salomo (I Raja-raja 3:11). Salomo sangat menyadari bahwa ketika seseorang mempunyai intelektual, maka secara langsung berkat-berkat lainnya akan mengikutinya.

Bukan hanya di dalam Perjanjian Lama saja yang menyadari pentingnya berkat intelektual. Dalam Perjanjian Baru, Paulus menyadari hal yang sama seperti Salomo. Paulus meminta kepada Allah agar membuat jemaat di Efesus menjadi intelligent (Efesus 1:15-19). Paulus tidak meminta agar Allah memberkati mereka dengan kekayaan. Tapi Paulus meminta agar jemaat Efesus mempunyai berkat intelektual agar dapat mengalami segala berkat-berkat yang terkandung di dalam Allah (Efesus 1:18-23).

Sayangnya sekarang ini banyak orang berdoa untuk meminta berkat, tetapi jarang yang berdoa secara khusus meminta berkat-berkat intelektual seperti: kepandaian, kepintaran, hikmat dan pengertian. Padahal dengan berkat intelektual seseorang dapat bekerja dan mendapatkan kedudukan yang baik. Bahkan para orang tua mengatakan, walaupun tidak dapat memberikan warisan bermilyar-milyar, namun pendidikan merupakan warisan yang lebih berharga.

Sebagai seorang pemimpin, inovasi menjadi salah satu kunci kemajuan. Para pemimpin perlu memiliki wawasan yang luas, mengerti bagaimana mengambil keputusan dengan bijaksana. Organisasi dan perusahaan saat ini juga sangat mementingkan ?knowledge base? dan ?technology oriented.? Berkat intelektual mau tidak mau harus dimiliki oleh para pemimpin. Dan Allah sebenarnya telah menyediakannya bagi Anda. Mintalah berkat intelektual yang telah disediakan Allah kepada Anda.

2. Berkat dituntun oleh Tuhan
Semua pemimpin yang pernah ada di dunia ini seperti :Musa, Winston Churchil, Henry Ford, Bung Karno, Mother Theresa, Yesus Kristus dan pemimpin besar lainnya mempunyai satu kesamaan yaitu mempunyai visi di dalam kehidupan mereka. Visi inilah yang membuat mereka berhasil menjadi pemimpin-pemimpin tingkat dunia. Efesus 1:18 mengatakan bahwa Allah juga memberikan kepada Anda discerning (pengertian, ketepatan, melihat apa yang tidak jelas, melihat lebih dalam dari sekedar permukaan), sehingga Anda dapat mengerti apa yang menjadi panggilan-Nya dalam hidup Anda.

Discerning inilah yang disebut berkat tuntunan Tuhan dalam hidup Anda. Dengan discerning ini maka, Dia - Tuhan akan menuntun Anda dengan tongkat dan gada-Nya (Mazmur 23: 4) supaya Anda dapat berjalan dengan jelas sesuai dengan visi yang telah Dia berikan kepada Anda. Selain itu, anak buah Anda (jemaat, staff, dll) perlu melihat dan mengetahui dengan pasti bahwa Anda berada dalam arahan Tuhan, memiliki keyakinan, kepastian, keberanian karena mengerti bahwa Anda di jalur yang tepat. Discerning merupakan salah satu bekal utama para pemimpin.

3. Berkat Kekayaan
Ulangan 8:18 mengatakan ?Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allah-mu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan...? Kekayaan adalah berkat Tuhan. Tuhanlah yang memberikan kekuatan kepada Anda untuk dapat memperoleh kekayaan. Sebab Dialah yang empunya kekayaan. Perlu Anda ketahui, bahwa Anda adalah pengelola dari kekayaan yang Allah berikan kepada Anda (Kejadian 1:26,28-29).

3 tujuan Allah memberikan berkat kekayaan kepada Anda adalah :

1. Memberkati orang lain ? Anda diberkati untuk menjadi berkat

2. Menikmati hidup ? Anda diberkati supaya dapat memenuhi segala kebutuhan Anda.

3. Investasi ? Anda diberkati supaya Anda dapat mencukupi segala kebutuhan anak-anak Anda di masa yang akan datang.

Berkat kekayaan ini juga penting, terutama dalam kedudukan kita sebagai pemimpin. Visi, pelayanan dan program dieja ?uang?. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mencapai tujuan yang Anda tetapkan. Hal ini juga sering menjadi ?beban pemikiran? bagi para pemimpin. Tetapi, ketahuilah, bahwa Allah telah menyediakan semuanya:

Now put you together, provide you with everything you need to please him, Make us into what gives him most pleasure, by means of the sacrifice of Jesus, the Messiah. All glory to Jesus forever and always! Oh, yes, yes, yes. (Heb. 13:21. The Message)

God can pour on the blessings in astonishing ways so that you?re ready for anything and everything, more than just ready to do what needs to be done. (2 Cor. 9:8. The Message)

Sebagai anak-Nya, apapun yang Ia miliki, kita mendapat bagian juga di dalamnya. Ia memberkati Anda dengan segala yang Ia miliki:

He said, ?I promise that I?ll bless you with everything I have?bless and bless and bless!? (Ibrani 6:14, The Message)

Allah telah mengaruniakan kepada kita ?segala berkat rohani di dalam sorga.? (Efesus 1:3). Kata ?segala? artinya adalah semuanya, segala macam, seluruhnya, apapun juga, senantiasa, penuh, besar, seutuhnya, berkesinambungan, bertambah-tambah, meningkat. , Maksudnya, Allah dapat memberikan secara tak terbatas, UNLIMITED RICHNESS...!