Rabu, 12 November 2008

HIDUP DALAM IMPIAN ANDA

Setiap orang dalam saat-saat ini, terutama menjelang pergatian tahun, ingin mengetahui apa yang menjadi bagian dalam masa depan mereka, keuangan, kesehatan, pekerjaan, keluarga dan berbagai hal lainnya. Mereka mencari paranormal, ramalan-ramalan, membaca horoscope dan berbagai usaha lainnya untuk memastikan masa depan yang cerah. Mungkin mereka berpikir, mengetahui masa depan ibarat mendapatkan sedikit kontrol atas kehidupan yang tidak menentu bagi mereka. Mereka berpikir untuk bersiap-siap menghadapi masa depan sebelum hal itu tiba. Memang, mengerti bagaimana masa depan seseorang mentukan bagaimana ia bersikap dan menjalani hidupnya.
mengerti bagaimana masa depan seseorang mentukan
bagaimana ia bersikap dan menjalani hidupnya

Kita hidup dalam sebuah jaman yang sangat cepat, mungkin dapat disebut kita adalah “full speed generation”. Sepuluh tahun yang lalu, jaman ‘fax-kan ke saya’, kini internet membuat kita dapat menerima berita seketika. Perjalanan yang memakan waktu berbulan-bulan, kini dapat ditempuh dalam waktu beberapa jam saja. Bahkan di kamar mandi, Anda dapat berbicara dengan dunia melalui telepon genggam Anda. Masa depan akan datang tanpa Anda sadari…!

Masa depan akan datang dengan cepat, siap atau tidak siap. Pertanyaannya, bagaimana kita memandang masa depan kita? Firman Tuhan mengatakan: “where there is no vision the people perish” (Amsal 29:18), terjemahan bebasnya: tanpa visi orang akan binasa. Bila diteliti lebih jauh, ayat ini sebetulnya mengatakan, “where there is no progressive vision the people perish” (tanpa visi yang progresif orang akan binasa). Visi yang progresif bak sebuah mimpi yang membawa kita ke masa depan.

Seorang anak membaca buku ceritanya dengan asyik. Ia membuka lembar-lembar pertama dengan bersemangat. Tetapi, tanpa melihat bab-bab berikutnya, anak ini membuka bab terakhir dari buku tersebut. Ibunya yang melihat hal itu sangat heran, ia bertanya mengapa anak itu membaca beberapa lembar pertama, kemudian meloncat ke bab terakhir. Lalu anak ini berkata bahwa dengan demikian, ia mengetahui akhir cerita itu. “Begin with the end in mind” (mulai dengan akhir dalam pikiran Anda), demikian nasihat Steven Covey. Baca akhir sebuah buku sebelum semuanya selesai. Baca Kejadian pasal 1 dan Wahyu pasal 22. Di situ tertulis tentang masa depan yang akan terjadi, sebuah mimpi bagi saat ini yang pasti digenapi di masa mendatang. Sebuah penggambaran tentang kenyataan saat ini (dosa manusia), yang dijawab oleh harapan masa depan.

Sebagai sebuah gerakan, kita juga memiliki mimpi-mimpi untuk masa depan; mimpi-mimpi yang Tuhan telah nyatakan: untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya (Matius 28:19-20), mimpi bahwa orang yang tak terhitung banyaknya dari segala suku, bangsa dan bahasa akan menyembah Dia (Wahyu 7:9), dan berbagai mimpi lainnya. Satu hal, kita percaya bahwa Allah ada dalam mimpi kita dan Ia akan mewujudkannya.

Where there is no vision the people perish
(Amsal 29:18)

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kita dapat menjadi seorang pemimpi yang profesional? Apa ciri-ciri seorang yang memiliki mimpi?

1. Orang yang bermimpi menemukan harapan bagi masa depan.
Banyak orang tidak berani bermimpi, terutama dalam situasi yang sulit, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bangsa/ negara kita saat ini. Mereka takut untuk bermimpi dan berharap. Bahkan bermimpi dianggap sesuatu yang sia-sia, yang menjadi bahan olokan. Namun sebenarnya “mimpi” adalah bahasa Roh Kudus! Bila Anda baca Yoel 2:28-29, Firman Tuhan menulis tentang orang-orang yang mendapatkan mimpi.

Apakah Anda punya impian?
• Apa yang Anda inginkan?
• Ke mana Anda akan pergi?
• Apa yang Anda ingin kerjakan?
• Apa rencana-renana Anda?

2. Orang yang bermimpi percaya pada Allah akan masa depannya.
Amsal 3:3-6 mengajak kita untuk percaya kepada Allah dengan segenap hati untuk masa depan kita. Orang seperti ini juga percaya bahwa Allah sendiri yang menaruh mimpi-mimpi itu dalam hatinya, dengan tujuan agar rencana dan kehendak Allah dapat digenapi di dunia. .Kadang nampaknya apa yang kita impikan masih tergantung nun jauh di sana, dan kadang kita ragu melihat kenyataan bahwa mimpi kita tak kunjung digenapi. Tetapi kenyataannya, Allah tidak pernah mengambil mimpi Anda. Ia hanya memproses, membentuk, mendesain ulang mimpi tersebut. Dan yang paling penting, Allah mengambil waktu dan tidak terburu-buru menggenapi mimpi kita, agar kita dapat belajar dan dibentuk. Percayakan pada Allah impian masa depan Anda.

3. Impian 50/20 harus hidup dalam Anda
Yusuf adalah seorang pemimpi.profesional. Ia bahkan dibenci oleh kakak-kakaknya sendiri oleh karena mimpinya. Bertahun-tahun berlalu, dan bertubi-tubi siksaan/ fitnahan yang harus dihadapi sebelum mimpi itu menjadi kenyataan. Bahkan sebaliknya yang terjadi: ia dibuang, dijual, kesepian, difitnah, dilupakan, ditolak dll. Tetapi Yusuf tetap berpengang pada mimpinya, hingga suatu hari mimpi itu menjadi kenyataan. Sejalan dengan itu, ada kesempatan bagi Yusuf untuk membalasn kakak-kakaknya. Namun Yusuf memiliki kacamata 50/20 (Kejadian 50: 20), ia mengatakan bahwa walaupun kakak-kakaknya mereka-rekakan untuk yang jahat, tetapi Tuhan memakainya untuk kebaikan. Sikap seorang pemimpi sejati: tidak memaksakan impiannya, tidak kuatir bahwa impiannya akan buyar, dan tidak terburu-buru; karena Yusuf tahu, pada akhirnya, Tuhan akan membuat segalanya menjadi baik dan berguna, apapun juga kejadian yang menimpa dirinya. Terakhir, saya ingin memberikan kutipan tentang mimpi yang pernah saya baca di sebuah surat kabar:

“ Jangan pernah menyerah dengan Impian “
Pada awalnya adalah sebuah impian
Untuk mewujudkannya ke dunia nyata
Kemudian mulai berkreasi
Rintangan pasti kami temui
Namun bukan halangan untuk berhenti.
Justru membuat kami lebih percaya diri.
Ketika impian itu benar terjadi.
Takan ada yang menandingi semangat The Power of Dream
Untuk tidak pernah melepaskan impian-impian anda.
Dan tidak melepaskan impian itu sampai menjadi kenyataan.

Apakah Anda memiliki mimpi? Di awal tahun ini merupakan waktu yang baik untuk bermimpi, dan mempercayakannya pada Tuhan. Jangan pernah menyerah. Jangan berhenti bermimpi. Karena Allah hidup dalam mimpi-mimpi Anda, untuk mengajak Anda memenuhi rencana dan panggilan-Nya. Tuhan memberkati!

Pdt. DR. Jimmy Oentoro

Tidak ada komentar: